Apa Itu Shortwave Diathermy?

 

                                                 
                                             

SHORTWAVE DIATHERMY
SWD 100

Restya Hayyu Hadiningrum1

1,2Mahasiswa Diploma III Teknologi Elektromedis

Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

2024 

 

A. Pengertian 

Diathermy

Diatermy adalah perawatan terapeutik yang menggunakan arus listrik (gelombang radio dan suara) untuk menghasilkan panas pada lapisan kulit di bawah permukaan. Diatermi berarti "deep heat". Perawatan ini membantu merelaksasi otot dan sendi, mengurangi peradangan dan pembengkakan, serta meningkatkan sirkulasi darah.

Ada tiga jenis utama perawatan diatermi yang menghasilkan panas dalam melalui metode energi yang berbeda, termasuk:

  • Short-wave diathermy: Shortwave diathermy menyalurkan arus elektromagnetik ke dalam jaringan tubuh. Diatermi gelombang pendek menggunakan semburan kecil (pulsa) energi untuk menghasilkan panas. Diatermi gelombang pendek juga dikenal sebagai radio-wave diathermy atau high-frequency diathermy.
  • Microwave diathermy: Microwave diathermy mentransmisikan gelombang yang sangat kecil (gelombang mikro) radiasi elektromagnetik untuk menciptakan panas di dalam jaringan tubuh. Jenis diatermi ini menggunakan jenis frekuensi yang sama dengan oven mikrowave di dapur.
  • Ultrasound diathermy: Ultrasound diathermy mengirimkan gelombang bunyi ke dalam jaringan tubuh Anda yang mendorong jaringan tubuh tersebut bergetar, yang menghasilkan panas.

Jenis diatermi lainnya adalah diatermi bedah. Prosedur ini menggunakan arus frekuensi tinggi untuk memotong jaringan atau membekukan darah selama operasi.

Shortwave Diathermy

Shortwave Diathermy adalah metode pengobatan menggunakan energi elektromagnetik untuk menghasilkan panas di dalam tubuh. Energi ini bekerja pada frekuensi gelombang pendek, di mana energi elektromagnetik berubah menjadi panas saat arus listrik berputar di dalam jaringan tubuh. Panas ini membantu mempercepat penyembuhan, meredakan nyeri, mengurangi kram otot, dan meningkatkan pergerakan tubuh.

Untuk menghindari gangguan peralatan terhadap komunikasi radio, rentang frekuensi tertentu ditetapkan melalui perjanjian internasional sebagai band ISM (Industrial, Scientific, and Medical).  Alat Shortwave Diathermy biasanya menggunakan frekuensi 27,12 MHz, yang setara dengan panjang gelombang sekitar 36 kaki dalam ruang hampa.

Shortwave Diathermy biasanya digunakan dengan tingkat yang bisa menghasilkan panas yang terasa, dan manfaat dari perawatan ini berasal dari efek pemanasan, seperti mempercepat penyembuhan, mengurangi nyeri, mengatasi kejang otot, serta meningkatkan mobilitas.

Salah satu perbedaan utama Shortwave Diathermy dengan metode pemanasan lainnya adalah kemampuannya untuk memberikan "deep heat", yang memanaskan jaringan dari dalam. Berbeda dengan terapi panas biasa seperti kompres panas atau sinar inframerah yang memanaskan dari luar, diatermi gelombang pendek menargetkan panas di dalam jaringan untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam. 


B. Prinsip Kerja

Gelombang radio dilemahkan saat melewati jaringan, tetapi dapat menembus jaringan sampai dalam tergantung dari jaringan yang dilewati, frekuensi dan karakteristik dari aplikator. Aplikator induktif meningkatkan pusaran medan magnet di jaringan, dan sebagai pengatur dan penghasil temperature tinggi di jaringan yang kaya akan cairan, menginduksi dengan tinggi jaringan seperti otot. Kapasitator melengkapi aplikator yang meningkatkan panas dari medan listrik. Temperatur maksimal cenderung muncul pada jaringan yang kurang kandungan cairan seperti lemak, dan dapat memungkinkan untuk membakarnya. SWD dapat meningkatkan suhu lemak subkutan sampai 15°C dan pada kedalaman kedalaman 4-5 cm dengan panas 4°- 6°C

Efek dari pemanasan SWD terhadap arus darah kulit pada manusia telah dipelajari di Millard, yang menunjukan pembuangan dari sodium radioaktif meningkat sekitar 150 % setelah pemaparan, yang dihasilkan dari rata-rata peningkatan suhu sekitar 5.3°C. Pada penelitian yang sama rasio muscle –clearence meningkat sebesar 36%, dengan peningkatan suhu otot sekitar 5.2°C. Pada penggunaan 2450 Mhz microwave diatermi menghasilkan peningkatan aliran darah otot vastus lateralis sebesar 400%. Ini semua akan muncul setelah pemaparan selama 8 menit dengan energi yang dihasilkan disesuaikan pada tingkat kenyamanan pasien.

Efek dari penggunaan SWD pada sirkulasi lutut meningkat sebesar 100 %, sesuai penelitian Harris mengenai clearance radio-sodium dari sendi lutut. Sama seperti penggunaan SWD untuk pengobatan kronik rheumatoid di lutut menunjukan peningkatan sirkulasi sekitar 60%, yang mana pada kebanyakan pengobatan akut rheumatoid lutut didapatkan penurunan dari sirkulasi. Penurunan ini di bandingkan dengan penurunan sirkulasi pada pengobatan dengan hidrokortison. Haris mengatakan SWD dapat digunakan secara rasional pada pemanasan ringan terapi di rematoid arthritis dengan inflamasi akut dari sendi.


C. Indikasi

Indikasi penggunaan panas dalam terapeutik pada jaringan tubuh untuk pengobatan kondisi medis tertentu seperti gangguan sistem muskuloskeletal, kejang otot, kekakuan sendi, kontraktur, serta kondisi inflamasi atau infeksi kronis seperti tenosinovitis, bursitis, sinovitis, dan penyakit inflamasi panggul kronis.

Berikut adalah indikasi yang umum diterima untuk penggunaan:

• Peredaan nyeri
• Mengurangi kejang otot
• Mengurangi kekakuan sendi
• Kontraktur
• Meningkatkan aliran darah
• Kondisi inflamasi kronis
• Bursitis
• Tenosinovitis
• Sinovitis
• Penyakit inflamasi panggul kronis


D. Kontraindikasi

Kontraindikasi dari SWD antara lain:

• Logam dalam tubuh
• Alat-alat elektrolis
• Gangguan peredaran darah atau pembuluh darah
• Bahan yang tidak menyerap keringat
• Gangguan sensibilitas
• Wanita hamil
• Menstruasi
• Infeksi akut


E. Gambar Alat



Spesifikasi

Mains Power

100-240 VAC, 50-60 Hz

Output Frequency

27.12 MHz

Output Power

100 W Continuous Mode 200 W Peak in Pulsed Mode

Berat

27 kg

Dimensi (WxDxH)

61x30.5x115.5 cm

Pulse Width

20-400 mikrosec

Pulse Rate

100-800 Hz

Waktu Perawatan

1-60 menit



F. Bagian-Bagian Alat

Tampak Depan

 





1. User Interface

2. Monode (Drum) Electrode

3. Arm Extender Lock Knob

4. Arm Extenders

5. Electrode Lock Knob

6. Front Handwheel

7. Electrode Connection Cable

8. Electrode Arm

9. Rear Handwheel

10. Locking Castor

11. Non locking castors

12. IEC Connector for Power Cord

13. Storage Bin

14. Grab bar

15. Swivel Console


Tampak Belakang

 




1. Expansion Port (for Factory Diagnostic Purposes Only)

2. Output Sockets

3. Patient Interrupt Cord

 

User Interface

 

 




1. Power On/Off Button

2. Liquid Crystal Display (LCD) and Touch Screen

3. Clinical Resources Button

4. START Button

5. PAUSE Button

6. Multimedia Card (MMC) Port

7. Patient Data Card Port

8. STOP Button

9. Power LED

Software System

 

 




 

Aksesoris

Monode (Drum) Electrode (Standar Aksesoris)


  Elektroda Monode (Drum) bulat berdiameter 14 cm (5,5

   inci) dengan kabel.

Capacitive Electrodes (Optional Accessories)


  1. Elektroda Kapasitif (165 mm)

  2.  Elektroda Kapasitif (120 mm)

  3. Elektroda Kapasitif (80 mm)

  4. Kabel sambungan elektroda

 

Flexible Rubber Electrodes (Optional Accessories)


1.       Elektroda Karet Fleksibel (250 x 145 mm)

2.       Elektroda Karet Fleksibel (180 x 120 mm)

3.       Lapisan felt dengan kantong linen untuk elektroda 1 dan 2

4.       Pita karet berlubang dengan 2 kancing

Diplode Electrodes (Optional Accessories)



  Elektroda Diplode berbentuk persegi Panjang       

  melengkung berukuran 18 x 39 cm dengan kabel

G. Metode SWD

Metode Induktif

Metode medan induktif bekerja dengan cara menginduksi jaringan yang nyeri dan sakit, Dimana menghasilkan gelombang pendek  dengan frekuensi tinggi masuk ke dalam tubuh melalui proses induksi. Arus Listrik bertekanan tinggi tersebut akan membawa efek gelombang panas yang lebih dalam daripada efek dari kapasitif metode, akibatnya jaringan di bawah dan terdalam dari kulit, seperti epidermis, saraf dan jaringan lunak, akan ikut terstimulasi, Dimana efek tersebut menjadi panas bila sudah end wave penetration menyentuh jaringan terdalam tubuh. Pengaturan jarak aplikasi induksi juga berperan dalammenstimulasi saraf dan jaringan terdalam tubuh, sehingga lapisan kulit diatas akan terasa panas duluan dari pada jaringan dibawahnya.

Terdapat dua jenis elektroda induktif yang tersedia:

• Elektroda Monode (Drum) untuk perawatan area berukuran sedang.
• Elektroda Diplode untuk perawatan area besar dan untuk bagian tubuh yang cocok dipanaskan dari tiga sisi sekaligus.

Dengan elektroda medan induktif, persepsi terhadap panas biasanya tertunda. Disarankan untuk memulai perawatan dengan keluaran daya di bawah tingkat yang diinginkan, lalu meningkatkan daya secara bertahap.

Metode Kapasitif

Cara kerja metode ini menggunakan field kapasitif bagian tubuh yang diterapi dan di tempatkan di dalam medan Listrik frekuensi tinggi diantara 2 elektrode yang saling berhubungan. Aplikasi kerja alat tersebut yaitu, 2 elektrode yang saling berhubungan diletakkan di sisi kiri dan kanan pada jaringan tubuh yang akan diterapi, perpindahan medan energi tubuh terjadi di saat pasien mengeluhkan cidera atau trauma pasien terstimulasi dengan pemberian shortwave atau gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik tersebut dipancarkan berulanng kalli dan secara konstan, saling bersinggungan dengan jaringan kulit pada area cidera atau trauma yang sakit, sehingga menghasilkan efek terapeutik.


H. Persiapan Sebelum Terapi

Pemasangan Aplikator

Pemasangan monode (drum)

 

 

1.

Lepaskan mur pengunci plastik hitam berbentuk T dari sleeve dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam.

2.

Geser sleeve dari tiang pemasangan logam pada monode

 


3.

Kendurkan Kenop Pengunci Elektroda dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam.

 


4.


Dorong sleeve sepenuhnya melalui lubang di lengan ekstensi

5.

Kencangkan Kenop Pengunci Elektroda dengan memutarnya searah jarum jam hingga terasa kencang.

 


6.


Dorong tiang pemasangan logam pada monode sepenuhnya melalui selongsong.

 



7.


Pasang kembali dan kencangkan mur pengunci plastik hitam berbentuk T pada sleeve dengan memutarnya searah jarum jam.

8.

Colokkan konektor kabel monode ke soket keluaran di panel belakang

 

 

 

Pemasangan Elektroda Kapasitif

 


1.


Lepaskan kabel dari elektroda.

 


2.


Kendurkan Kenop Pengunci Elektroda dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam

 


3.


Dorong batang elektroda melalui lubang di lengan ekstensi hingga batang elektroda hampir terlihat di sisi lain lubang.

 


4.


Kencangkan Kenop Pengunci Elektroda dengan memutarnya searah jarum jam

 


5.


Pasang kembali kabel ke elektroda.

 


6.


Masukkan kabel elektroda ke dalam klip kabel di luar lengan.

 


7.

 

8.


Colokkan konektor kabel elektroda ke soket keluaran di panel belakang.


Ulangi langkah 1-7 untuk elektroda tambahan.

 

Menyiapkan Pasien untuk Terapi

Sebelum menerapkan shortwave diathermy pada pasien, kamu harus terlebih dahulu mempersiapkan kulit pasien. Dengan mempersiapkan kulit pasien dengan benar, lebih banyak energi akan mencapai area yang ditargetkan dan mengurangi risiko iritasi kulit.

Untuk mempersiapkan kulit pasien untuk diatermi gelombang pendek, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Cuci kulit yang akan diberi terapi diatermi gelombang pendek secara menyeluruh dengan sabun lembut dan air atau tisu alkohol.
  2. Keringkan kulit secara menyeluruh


I. Pengoperasian Alat

Cara Pengoperasian

  1. Sebelum melakukan terapi SWD pasien harus diistirahatkan dalam posisi senyaman mungkin, dengan posisi rileks pasien bisa duduk, telentang atau tidur tengkurap.
  2. Apabila ada metal atau logam yang dikenakan pasien, maka terapis harus memberikan edukasi pasien agar menjauhkan dan melepaskan benda metal, seperti gelang emas, kalung emas, dll supaya pasien tidak terkena shockwave frekuensi tinggi berupa panas dari terbentuknya radiasi SWD pada tubuh pasien.
  3. Nyalakan alat dan atur toleransi waktu SWD sesuaikan dengan derajat nyeri yang dirasakan pasien, jangan lupa di setting minimal 5-15 menit, lalu letakkan probe ke tempat yang sakit, untuk kasus penyakit frozen shoulder, penempatan probe paling tepat yaitu pada bahu.
  4. Save protocol SWD tersebut, lalu pencet tombol start. Alat tersebut akan bekerja dengan sendiri dan berjalan sesuai beban kerja yang sudah kita save di protocol mesin SWD.
  5. Selanjutnya waktu akan otomatis countdown atau menghitung mundur dengan sendirinya sampai waktu menjadi nol. Pada momen itu, kita harus menunggu pasien dan sekali waktu menanyakan pasien mengenai derajat panas yang dirasakan.
  6. Tunggu hingga alarm SWD berbunyi nyaring pertanda alat tersebut selesai mengerjakan protocol program terapi, ditandai dengan bunyi alarm otomatis sebagai tanda bunyi alarm pengingat, bahwa program tersebut sudah berakhir
  7. Sentuh tombol set off pada layer touch screen atau jika menggunakan merek SWD lain, silahkan ulir knob tombol ke posisi off untuk mematikan alat.

J. Pemeliharaan

Pembersihan dan Disinfektan

Saat membersihkan unit, ingat hal-hal berikut:

  • Tekan tombol Power On/Off agar unit dalam keadaan mati.
  • Cabut steker daya dari stopkontak sebelum membersihkan atau mendisinfeksi unit.
  • Setelah setiap penggunaan oleh pasien, bersihkan aksesori menggunakan kain lembut yang bersih dan dibasahi dengan air serta deterjen antibakteri ringan. Hindari penggunaan bahan abrasif dan pelarut pembersih.
  • Tunggu hingga unit benar-benar kering sebelum mengoperasikannya kembali.

Safety Inspection

Inspeksi Visual (Harian)
Saat melakukan inspeksi harian pada unit, perhatikan secara khusus area yang berpotensi mengalami kerusakan berikut:

  • Deformasi pada casing unit
  • Kerusakan kabel daya
  • Kerusakan pada soket sambungan elektroda
  • Kerusakan kabel elektroda
  • Kerusakan pada elektroda kapasitif, elektroda Diplode, dan elektroda Monode (Drum) (retakan atau bahan rapuh)
  • Kerusakan pada elektroda Karet Fleksibel (bagian yang aus, tipis, atau berlubang)

Tes Fungsional (Harian)
Saat melakukan inspeksi harian pada unit, perhatikan secara khusus area yang berpotensi mengalami kerusakan berikut:

  • Fungsi indikator yang benar
  • Tampilan mode operasi
  • Verifikasi keluaran daya menggunakan Tabung Indikator Pelepasan
  • Kabel Penghenti Pasien

CATATAN: Fasilitas kesehatan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa unit memenuhi batas Kebocoran Bumi fasilitas, serta peraturan lokal dan nasional.

Comments